Kepala Madrasah Se - Kota Makassar Duduk Bersama di MAN 1 Kota Makassar, Bahas Sekolah Ramah Anak - Satuan Pendidikan Ramah Anak ?

total Views : 319
Perbesar Zoom Out Baca Selanjutnya Mencetak

Pada satuan pendidikan ramah anak semua harus diperlakukan sama, berhak menjadikan madrasah menjadi rumah kedua atau "surga bagi anak-anak kita”.

Talasalapang, (Humas MAN 1 Kota Makassar) - Kepala madrasah Se - Kota Makassar yang tergabung melalui Kelompok Kerja Madrasah (KKM) duduk bersama dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, fokus membahas tindak lanjut implementasi Undang-Undang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia dan terkait lainnya dengan madrasah, bertempat di lantai 1 gedung Baru SBSN MAN 1 Kota Makassar, Jum'at (10/09/2021).

"Saat ini telah berubah istilah dari sekolah ramah anak menjadi satuan pendidikan ramah anak demikian makna lebih luas dan tidak kepada sekolah saja, hal ini secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab, dengan prinsip utama adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak, semua harus diperlakukan sama, berhak menjadikan madrasah menjadi rumah kedua atau "surga bagi anak-anak kita”.

 

Demikian  Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Suedi, S.Ag., M.Pd.I, disampaikan pada pertemuan ini,  didampingi langsung Kepala MAN 1 Kota Makassar Dr. Luqman MD, S.Ag., S.E.,M.M., seusai acara dibuka dan ucapan selamat datang kepada semua yang hadir. "Terimakasih dan Selamat datang kita semua di tempat ini", ucapnya.

 

Turut hadir Pengawas MAN 1 Kota Makassar Dra. Hj. Hilmah Latif, Ketua KKM Madrasah Aliyah (MA) Ali Khan, S.Ag., M.Pd.I., Ketua KKM Madrasah Tsanawiyah (MTs.)  Fatmawati, S.Pd., M.Pd., Ketua KKM Madrasah Ibtidayah, (MI) Hj. Enre, S.Pd., M.Pd., serta para kepala madrasah MA, MTs, dan MI baik negeri dan swasta Se - Kota Makassar.

 

Lebih lanjut disampaikan Suedi pada pertemuan ini "Siapkan kotak pengaduan (kotak bicara), atau buatlah aplikasi yang bisa menampung pengaduan anak di madrasah, sehingga bisa diketahui dan ada perbaikan madrasah. berikanlah hak akses kepada anak/siswa untuk melakukan pengaduan dengan memanfaatkan kotak bicara atau aplikasi tersebut". urainya.


Konsep pendidikan ramah anak adalah mengubah paradigma guru dari paradigma pengajar menjadi pembimbing, menjadi sahabat, tidak meninggalkan kesan kepada anak sebagai orang yang harus ditakuti, semua stakeholder di madrasah.


Semua harus menjadi teladan dan terlibat dalam perlindungan anak, memberikan keputusan bersama jika memberikan pembinaan kepada anak-anak dengan menciptakan suasana baik, nyaman, menghormati baik segala pandangan-pandangannya, ada tempat menarik khusus di madrasah, serta tetap berharap ada keterlibatan orang tua.

Indikator satuan pendidikan ramah anak antara lain; siswa bebas dari tindakan kekerasan, hindari perlakuan anak secara fisik, tidak merendahkan martabak anak-anak, ada upaya pencegahan dari madrasah untuk menghindari tindakan seksual kepada anak, anak diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat, tidak memaksakan bakat anak berdasarkan kepentingan gurunya.


Selanjutnya anak dilibatkan dalam kegiatan di lingkungan madrasah, memiliki kemitmen mewujudkan kawasan bebas rokok, narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (Napza), mencegah anak dari terjadinya keracunan makanan yang ada di kantin, mencegah terjadinya kecelakaan anak contoh lantai WC licin dan lainnya".


Diakhir penyampaian Suedi bahwa "madrasah adalah salah satu satuan pendidikan ramah anak sebagai bagian yang tak terpisahkan atau bagian terpenting untuk mewujudkan Kota Makassar sebagai kota ramah anak. Walikota Makassar tidak dapat meraih predikat itu tanpa ada dukungan madrasah sebagai salah satu penyelenggara pendidikan di Kota Makassar". Urainya.


Tak kalah menarik sebelum pertemuan berakhir, Sulfikah Nur, M.Pd.I, Kepala MTsN Negeri 1 Kota Makassar tampil sebagai pembicara yang memberikan semangat, motivasi dan banyak pengalaman disampaikan pada pertemuan ini.


"Mari berusaha agar KKM se - Kota Makassar ke depan tetap maju dan lebih berkembang lagi, maaf saya masih termasuk baru bergabung sebagai kepala madrasah di Kota Makassar ini", Tutur mantan kepala MTsN Gowa ini, sebagai kepala madrasah penggagas madrasah digital dan sebagai alumni MAN 1 Kota Makassar. (Nrd)

Lihat Lainnya

Foto Terbaru