Aktivitas Ramadan di MAN 1 Kota Makassar
Sofyan Jukni : Aktivitas Ramadan di MAN 1 Kota Makassar Jadi Laboratorium Empati
Makassar, (Humas Makassar) - Melaksanakan aktivitas bulan suci Ramadan 1447 H, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Makassar menyusun pembelajaran di bulan puasa, yang diikuti oleh seluruh siswa dengan partisipasi aktif tenaga pendidik dan kependidikan.
Madrasah Aliyah tertua di kota Makassar itu, mengisi bulan suci Ramadan ini dengan berbagai kegiatan keagamaan dan pembelajaran intrakurikuler yang mencakup 1.200 jumlah siswa, diantaranya Sholat Duha Berjamaah, Tadarrus Al-Quran yang terjadwal setiap kelas.
"Dalam pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun ini, kami menekankan pada tiga hal, pembacaan dan khataman Al-Qur'an, pendalaman ibadah, dan yang paling utama adalah pembinaan akhlak," ujar Kamad MAN 1 Kota Makassar Sofyan Jukni didampingi wakamad Humas dan Keagamaan, H. Nurdin. Rabu (25/02/2026).
Penekanan pada aspek akhlak bukan tanpa alasan. Hal ini selaras dengan implementasi kurikulum cinta. Selain itu terkait pembinaan siswa MAN 1 Kota Makassar dalam memitigasi maraknya perilaku negatif remaja yang belakangan ini sering terjadi.
"Kami bersama guru dan tenaga pendidik mendorong pembelajaran di bulan Ramadan di MAN 1 Kota Makassar menjadi latihan peningkatan spritual dan laboratorium empati," urainya.
Melalui sentuhan peningkatan ibadah dan akhlak ini, siswa semakin mampu menghargai diri sendiri, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, dan memuliakan sesama.
Terdapat sejumlah penyesuaian jam belajar selama bulan puasa yang diterapkan di MAN 1 Kota Makassar sesuai dengan edaran yang berlaku dari Kementerian Agama.
Pelaksanan pembelajaran di bulan Ramadan bagi kelas X dan XI pada bulan Maret 2026 mendatang, dilaksanakan secara intensif di rumah, bersamaan dengan jadwal ujian akhir madrasah bagi siswa kelas XII.
Wakamad Humas, H. Nurdin menyampaikan , melalui kegiatan ini para siswa dibimbing untuk lebih memahami makna ibadah puasa, meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah, serta menumbuhkan karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, keterlibatan para guru diharapkan dapat memperkuat pendampingan dan pembinaan spiritual selama kegiatan berlangsung.
"Kita berharap kegiatan ini mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan pemahaman agama yang kuat. Dengan demikian, para siswa dapat mengamalkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan, di lingkungan sekolah maupun masyarakat," tutupnya.
(tim humas M1M)
asa